phrasal verb

Apa Saja yang Perlu diketahui Tentang Phrasal Verb?

Apa Saja yang Perlu diketahui Tentang Phrasal Verb? 1091 841 Luminous Learning Centre

Phrasal verb adalah frasa yang terdiri dari kata kerja dengan preposisi, kata keterangan, atau keduanya. Yang artinya berbeda dengan arti bagian-bagiannya yang terpisah. Pada dasarnya kata kerja diikuti oleh partikel, yang bisa berupa preposisi, kata keterangan, atau keduanya.

Ada empat jenis phrasal verb, yaitu:

1. Transitive phrasal verbs

Transitive phrasal verbs adalah frasa yang membutuhkan objek untuk melengkapi maknanya. Artinya, kita tidak bisa menempatkan phrasal verbs dengan sendirinya, ia membutuhkan objek untuk dirujuk.

Misalnya: ‘I’m looking for’

Itu adalah phrasal verbs yang tidak dapat dipisahkan, tetapi juga transitif karena memerlukan informasi tambahan agar benar, kita tidak bisa hanya mengatakan ‘I’m looking for’ kita perlu tahu kepada siapa kita mengacu.

Misalnya: ‘I’m looking for my dog

Transitive phrasal verbs juga dapat dipisahkan atau tidak dapat dipisahkan.

Misalnya: ‘Put on my jacket’, ‘put my jacket on’.

2. Intransitive phrasal verbs

Intransitive phrasal verbs merupakan frasa yang tidak boleh memiliki objek langsung setelahnya. Tentu saja, mereka dapat diikuti oleh informasi lain, tetapi tidak pernah menjadi objek.

Misalnya: ‘My car broke down on the way to work.’

Kita bisa saja mengatakan ‘my car broke down’ mengakhiri kalimat dengan phrasal verbs dan itu akan benar, tetapi jika kita ingin menambahkan informasi kita bisa melakukannya, akan tetapi jangan pernah berupa objek langsung.

Intransitive phrasal verbs dapat dipisahkan atau tidak dapat dipisahkan, tergantung pada phrasal verbs.

Misalnya: ‘Grow up’ adalah intransitive phrasal verbs tetapi tidak dapat dipisahkan. ‘Slow down’ adalah intransitive phrasal verbs tetapi sebenarnya dapat dipisahkan, ‘Slow the car down’.

3. Separable phrasal verbs

Separable phrasal verbs merupakan frasa yang dapat dipisahkan dengan kata lain yang berada di antara kata kerja dan partikel. Kata ini biasanya merupakan subjek yang dirujuk oleh phrasal verbs.

Misalnya: ‘I need to put my jacket on

Dalam hal ini, ‘jacket’ ada di antara phrasal verbs.

Yang penting untuk dipahami di sini, adalah bahwa meskipun kata kerja frasa dapat dipisahkan, sebenarnya tidak harus demikian.

Jadi kita bisa berkata, ‘I need to put on my jacket’. Dalam hal ini, jaket ditempatkan setelah phrasal verbs.

4. Inseparable phrasal verbs

Inseparable phrasal verbs atau kata kerja frasa yang tidak terpisah merupakan frasa yang kata kerja dan partikel harus bersama-sama dan tidak ada yang bisa memisahkan keduanya seperti yang dilihat pada contoh sebelumnya.

Misalnya: ‘I’m looking for my dog

Ini tidak bisa dipisahkan, kita tidak bisa mengatakan ‘I’m looking my dog for

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui tentang phrasal verbs. Beberapa kata phrasal verbs dapat muncul dalam beberapa kelompok yang berbeda, karena keduanya dapat bersifat transitive, intransitive, separable, dan inseparable bergantung pada kata phrasal verbs itu sendiri.

Related Articles:

Back to Blog

Enroll Now

    Kelas yang Diminati

    This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

      What Can We Do for You?

      Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai courses yang tersedia dan fleksibiltas metodologi belajar, silakan isi form dibawah ini untuk selanjutnya dihubungi oleh team representative Luminous Learning Centre.

      Contact Us

      Luminous Learning Centre

      Jl. Cikajang no. 17, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12170

      info@learnwithluminous.com

      +62 21 2708 3411

      +62 851 5673 7210

      Hours:

      Monday-Friday: 10:00–19:00 Saturday: 09:00–15:00 Sunday: Closed

      Get in Touch

        Kelas yang Diminati

        This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

        ×

        Powered by WhatsApp Chat

        ×