auxiliary verb

Auxiliary Verb: Pengertian, Contoh, dan Jenis-Jenisnya

Auxiliary Verb: Pengertian, Contoh, dan Jenis-Jenisnya 2241 1261 Luminous Learning Centre

Pernahkah Anda mendengar seseorang mengatakan “I do love you”? Mengapa harus ada imbuhan kata “do” dalam ungkapan tersebut? Nah, inilah yang biasa disebut dengan Auxiliary Verb.

Dalam bahasa Inggris, terkadang ada beberapa kalimat yang memerlukan kata pendukung untuk menekankan makna yang ada dalam kalimat tersebut. Saat itulah Auxiliary Verb dibutuhkan.

Pengertian Auxiliary Verb

Auxiliary verb adalah kata bantu yang muncul sebelum kata kerja utama dan berguna untuk memberi penekanan makna pada kalimat tersebut.

Itulah sebabnya auxiliary verb tidak bisa berdiri sendiri tanpa kata kerja utama (main verb).

Untuk mempelajari auxiliary verb lebih lanjut, mari kita pahami dahulu macam-macam auxiliary verb yang sering digunakan dalam kalimat bahasa Inggris.

Jenis Auxiliary Verb

Dalam penggunaannya, auxiliary verb dibagi menjadi 2 jenis yaitu, primary auxiliary verb dan modal auxiliary verb.

Inilah jenis dan contoh penggunaan auxiliary verb yang perlu Anda ketahui:

Primary Auxiliary Verb

Primary auxiliary verb terdiri dari:

  • Auxiliary verb “Be”: is, am, are, was, were, being, dan
  • Auxiliary verb “”Do”: do, does, dan did
  • Auxiliary verb “Have”: Has, have, had, dan having

1. Be (am, is, are, was, were, be, being, been)

Auxiliary verb “be” biasanya digunakan untuk membentuk kalimat continuous tenses dan juga membentuk passive voice.

I am trying to learn Spanish. Present continuous tense.

(Aku sedang berusaha belajar bahasa Spanyol)

He was waiting for 2 hours until the doctor came. Past continuous tense.

(Dia menunggu selama 2 jam hingga dokter tiba)

The cake is being eaten by Adam. Passive voice in present continuous tense.

(Kue itu sedang dimakan Adam)

2. Do (do, does, dan did)

Auxiliary verb “do” biasanya digunakan untuk membentuk kalimat simple tenses dan memberi penekanan pada pernyataan dan kalimat perintah.

I do like these shoes and not regret buying them. Simple present tense.

(Aku menyukai sepatu ini dan tidak menyesal membelinya)

He doesn’t like sushi. Simple present tense.

(Dia tidak menyukai sushi)

I didn’t eat your cake last night. Simple past tense.

(Aku tidak memakan kue mu tadi malam)

3. Have (has, have, had, dan having)

Auxiliary verb “have” biasanya digunakan untuk membentuk kalimat perfect tenses.

I had tried to call you several times but you never answered. Past perfect tense.

(Aku mencoba menelponmu beberapa kali namun kamu tidak menjawab)

You have done it before, it should’ve been easy. Present perfect tense.

(Kamu sudah pernah mengerjakan ini sebelumnya, seharusnya ini lebih mudah)

She has lived here for 5 years. Present perfect tense.

(Dia sudah tinggal di sini selama 5 tahun)

Modal Auxiliary Verb

Modal auxiliary verb digunakan untuk menunjukkan kemungkinan, kemampuan, larangan, izin, kebutuhan, dan sebagainya.

Modal auxiliary verb terdiri dari: can, could, may, might, must, ought to, shall, should, will, dan would.

1. Can dan Could

Keduanya biasa digunakan untuk menyatakan kemampuan (ability) dan juga untuk meminta izin (permission). Namun, jika Could lebih digunakan untuk menyatakan masa lampau dan dalam kalimat yang lebih formal.

CANCOULD
Can I have your phone number, please?

(Bolehkah aku meminta nomor teleponmu?)

Could I get your signature, sir?

(Bolehkah saya meminta tanda tangan bapak?

You can take this book, if you want

(Kamu boleh ambil buku ini jika kamu mau)

I could be the winner if I practice more

(Aku bisa menang jika berlatih lebih giat)

2. May and Might

May dan might biasanya digunakan untuk kalimat yang lebih baku/formal dibandingkan can dan could. Keduanya juga berfungsi untuk menyatakan kemampuan (ability) dan meminta izin (permission) baik di masa sekarang maupun masa lampau. Namun, might biasanya digunakan untuk menyatakan hal belum tentu terjadi atau tentatif.

MAYMIGHT
May I come in?

(Bolehkah aku masuk?)

Be careful, you might fall

(Hati-hati, kamu bisa saja terjatuh)

I may not be able to come tonight

(Sepertinya aku tidak bisa datang malam ini)

He said he might be late

(Katanya dia bisa jadi terlambat)

3. Should and Ought to

Should biasanya dipakai untuk memberi saran (suggestion) atau nasihat (advice) yang bukan sebuah keharusan. Sedangkan ought to lebih digunakan untuk menyatakan saran atau nasihat yang seharusnya dilakukan.

SHOULDOUGHT TO
Should I go to that place again?

(Haruskah aku pergi ke tempat itu lagi?)

He ought to be home by seven o’clock or he will be punished

(Dia harus pulang pukul tujuh atau dia akan dihukum)

Your hair is too long, you should get a haircut

(Rambutmu sudah terlalu panjang, kamu sebaiknya potong rambut)

We ought to respect our elders

(Kita harus menghormati nenek dan kakek kita)

4. Must

Must adalah modal verb yang digunakan untuk mengekspresikan kewajiban (obligation), kebutuhan (necessity), atau larangan (prohibition) jika diberi imbuhan not. 

You must study if you don’t want to fail this test

(Kamu harus belajar jika tidak ingin gagal di tes ini)

It’s raining outside, you must bring a raincoat

(Di luar sedang hujan, kamu harus membawa jas hujan)

You must answer at least one question

(Kamu harus menjawab setidaknya satu pertanyaan)

5. Will and Would

Will dan would digunakan untuk menyatakan kemauan (willingness) atau rencana di masa depan dan juga bisa sebagai undangan/ajakan (invitation). Namun, would biasanya digunakan untuk kalimat yang lebih sopan.

Jika untuk menyatakan tindakan yang ingin atau seharusnya dilakukan di masa lampau, maka would bisa ditambahkan dengan have.

WILLWOULD
Will you come to my house this afternoon?

(Apakah kamu akan datang ke rumahku siang ini?)

What would you like to order?

(Apa yang akan kamu pesan?)

I will make sure that she is okay

(Aku akan memastikan dia baik-baik saja)

He would have been very angry if he had seen you

(Dia bisa sangat marah kalau dia melihatmu)

6. Shall

Modal ini hampir sama seperti will yang dapat digunakan untuk menyatakan simple future, namun shall hanya digunakan pada orang pertama (first person) I dan we.

Shall we go now?

(Kita pergi sekarang?)

In the next week I shall be in French

(Minggu depan aku akan berada di Paris)

We shall do this assignment at my home

(Kita akan mengerjakan tugas ini di rumahku)

Itulah penjelasan lengkap seputar auxiliary verb beserta jenis dan contoh pengaplikasiannya dalam kalimat. Walau terlihat mudah dan sederhana, Anda tetap perlu memahami perbedaan antar satu jenis auxiliary verb dan yang lainnya untuk melatih grammar bahasa Inggris Anda menjadi lebih baik lagi.

Jika Anda merasa masih memerlukan bantuan dalam memahami grammar atau materi bahasa Inggris lainnya, Anda dapat bergabung dalam program kursus bahasa Inggris di Luminous Learning Centre dengan harga yang terjangkau serta mentor-mentor profesional yang akan membimbing Anda dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

Related Articles:

Back to Blog

Enroll Now

    Kelas yang Diminati

    This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

      What Can We Do for You?

      Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai courses yang tersedia dan fleksibiltas metodologi belajar, silakan isi form dibawah ini untuk selanjutnya dihubungi oleh team representative Luminous Learning Centre.

      Contact Us

      Luminous Learning Centre

      Jl. Cikajang no. 17, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12170

      info@learnwithluminous.com

      +62 21 2708 3411

      +62 851 5673 7210

      Hours:

      Monday-Friday: 10:00–19:00 Saturday: 09:00–15:00 Sunday: Closed

      Get in Touch

        Kelas yang Diminati

        This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

        ×

        Powered by WhatsApp Chat

        ×